Nizarhakim's Blog

September 10, 2009

Tips Membangun Jiwa Entrepreneur Dengan Membaca

Filed under: Uncategorized — nizarhakim @ 4:51 pm

1. Sugesti diri pribadi.
Berkatalah selalu “aku bisa… aku bisa..!!” sekuat dan sekencang mungkin, apalagi ketika kita berada pada kondisi ketakutan dan ketidakmampuan. Sugesti ini akan menimbulkan energi positif dalam pribadi dan membuat kita menjadi berpikir positif dan berani menghadapi tantangan. Akan lebih baik lagi jika teriakan ini diikuti oleh gesture tubuh yang menunjang. Seperti, dada dibusungkan, kaki berdiri lurus, tangan mengepal ke udara, dan segala sesuatu yang membuat kita lebih nyaman dan lebih bersemangat.

2. Berkumpullah bersama pengusaha untuk mengatahui seperti apa dunia kewirausahaan itu.
Tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang. Ungkapan ini tepat untuk menggambarkan tips yang dijelaskan di atas. Dengan berkumpul dengan pengusaha website murah, maka kita akan tahu seperti apa dunia usaha yang sebenarnya, sehingga argumen2 yang menggejolak di dalam diri kita akan terkoreksi ketika mengetahui seperti apa dunia wirausaha yang sebenarnya.

3. Kalau belum berani mengeluarkan modal untuk memulai berwirausaha, kenapa tidak mencoba menghilangkan ketakutan itu??
Kebanyakan orang takut berwirausaha karena mereka takut uang mereka akan menjadi miskin, atau mereka akan dijerat mafia dunia bisnis, atau waktu mereka akan banyak tersita, dan alasan2 lainnya. Bagaimana jika kita berhasil mengalahkan ketakutan yang lebih mengerikan dibanding ketakutan yang muncul ketika berwirausaha? Sebagai contoh, jika kita takut kehilangan uang, apa yang membuat kita lebih takut dibanding kehilangan uang? Mungkin reputasi? atau istri? Mungkin nyawa? Bagaimana jika kita mengatasi ketakutan2 itu dulu? Seandainya kita lebih takut kehilangan reputasi ketimbang kehilangan uang. Lakukanlah hal2 yang membuat kita beresiko kehilangan reputasi, seperti berperilaku bagai orang gila. Seandainya perasaan kita tidak merasa takut setelah melakukan hal tersebut, maka tentu kita tak akan takut lagi kehilangan??

4. Perbanyak bahan referensi entrepreneurship.
Agar kita lebih yakin untuk melangkah, kita butuh buku panduan . Dengan buku panduan, selain kita lebih yakin, kita juga menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan dalam dunia usaha kosmetik wajah. Ketakutan kita juga akan semakin berkurang dikarenakan kita telah menguasai buku panduan kita dalam mengarungi samudera entrepreneurship.

5. Jangan cuma diam dan membaca, Lakukan sekarang!!
Ada pepatah yang bilang, seseorang pasti bisa kalau dipaksa. Sebenarnya segala ketakutan anda mengenai dunia usaha perlahan pasti akan luntur seandainya anda langsung mencoba terjun untuk berwirausaha cth menjadi penerbit majalah. Perlahan tapi pasti anda akan mengerti bagaimana cara me-manage segala ketakutan dalam dunia usaha sehingga kita lebih berani.
Masih takut ber-wirausaha??

September 3, 2009

Tips dan Trik Cara Memotivasi

Filed under: Uncategorized — nizarhakim @ 8:33 am

Ada banyak cara untuk memotivasi orang lain mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalan atau tantangan yang dihadapinya. Salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan atau misi dari organisasinya. Seorang pemimpin yang tidak mampu memotivasi orang-orangnya, tidak lebih dari seorang penunjuk jalan, yang tahu ke mana harus pergi tetapi sepenuhnya tidak dapat mengendalikan mereka yang dipandunya.

Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono
dan Roy Sembel

Jenderal Norman Schwarzkopff, pemimpin Sekutu semasa Perang Teluk menunjukkan bahwa seorang pemimpin dalam militer yang memiliki wewenang untuk memaksakan kepatuhan, biasanya adalah seorang motivator yang buruk. Pada prinsipnya, jika kita selalu menggunakan pendekatan kekuasaan untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, maka organisasi kita tidak akan bertahan lama. Jika ada sedikit kesempatan, maka orang-orang dalam organisasi kita akan keluar atau paling tidak kinerja (performance) mereka jauh dari yang kita harapkan. Banyak sekali organisasi atau perusahaan mengalami turnover yang besar karena pegawainya tidak memiliki motivasi yang benar.

Hubungan Motivasi dengan Emosi
Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya (EQ-nya). Paling tidak (sebagaimana pernah kita bahas dalam edisi Mandiri 13 tentang Manajemen Emosi) ada enam keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, sebelum dia dapat memimpin orang lain, yaitu:

Mengenali emosi diri
Keterampilan ini meliputi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.

Mengelola emosi diri sendiri
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled) yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional – menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati – adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.

Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.

Mengelola emosi orang lain
Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan.

Memotivasi orang lain
Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal.

3 Jenis Motivasi
Jadi memotivasi orang lain, bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu: pertama, motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.

Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu. Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.

Dalam buku The One Minute Manager, kedua penulis (Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson) merangkum topik bahasan kita mengenai motivasi ini dalam sebuah ilustrasi yang amat menarik mengenai Manajer Satu Menit. Untuk menjadi manajer yang efektif dan dapat memotivasi anak buah untuk mencapai sasaran perusahaan, maka ada tiga hal yang harus dilakukan.
Pertama adalah membangkitkan inner motivation dari orang yang dipimpinnya dengan menetapkan berbagi misi atau sasaran yang akan dicapai. Kita sebagai pemimpin perlu berbagi dengan tim kita untuk secara bersama melihat visi secara jelas dan mengapa kita melakukannya. Motivasi yang benar akan tumbuh dengan sendirinya ketika seseorang telah dapat melihat visi yang jauh lebih besar dari sekadar pencapaian target. Sehingga setiap orang dalam organisasi kita dapat bekerja dengan lebih efektif karena didorong oleh motivasi dari dalam dirinya.
Hal kedua dan ketiga yang perlu dilakukan oleh seorang manajer efektif adalah memberikan pujian yang tulus dan teguran yang tepat. Kita dapat membuat orang lain melakukan sesuatu secara efektif dengan cara memberikan pujian, dorongan dan kata-kata atau gesture yang positif. Bahkan dalam bukunya yang melegenda, Dale Carnegie (How to Win Friends and Influence People) menempatkan ini sebagai prisip pertama dan kedua dalam menangani manusia, yaitu:

(1) jangan mengkritik, mencerca atau mengeluh, dan

(2) berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Manusia pada prinsipnya tidak senang dikritik, dicemooh atau dicerca, tetapi sangat haus akan pujian dan apresiasi. Tetapi kritik atau teguran yang tepat seringkali justru diperlukan untuk membangun tim kerja yang kokoh dan handal. Yang penting dalam menegur orang lain adalah bukan pada apa yang kita sampaikan tetapi cara menyampaikannya. Teguran yang tepat justru dapat menjadi motivasi dan menimbulkan reaksi yang positif.
Penelitian yang dilakukan dalam lima puluh tahun terakhir menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak semata didasarkan pada nilai uang yang diperoleh (monetary value). Ketika kebutuhan dasar (to live) seseorang terpenuhi, maka dia akan membutuhkan hal-hal yang memuaskan jiwanya (to love) seperti kepuasan kerja, penghargaan, respek, suasana kerja , dan hal-hal yang memuaskan hasratnya untuk berkembang (to learn), yaitu kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Sehingga akhirnya orang bekerja atau melakukan sesuatu karena nilai, ingin memiliki hidup yang bermakna dan dapat mewariskan sesuatu kepada yang dicintainya (to leave a legacy).

Juli 30, 2009

Film YesMan

Filed under: Uncategorized — nizarhakim @ 6:05 pm

Seorang laki-laki bernama Carl Allen yang bekerja di Bank Brea Federal savings and loans, dia bekerja pada divisi peminjaman.  Carl pernah menikah tapi akhirnya bercerai dengan istrinya Stephanie. Suatu saat ketika dia bersama teman-temannya sedang asyik mengobrol di kafe, dia melihat mantan istrinya sedang bermesraan dengan pacar barunya, tetapi Carl sampai saat ini belum mendapat pengganti dari Stephanie. Sejak itu dia merasa dirinya hampa dan merasa kesepian sehingga dia merasa hidupnya tidak berguna bagi orang lain. Jadi apa yang orang lain butuh pertolongan dan ajakan untuk membuatnya gembira dia selalu menolaknya dengan kata “tidak”. Sehingga dia di juluki Pria Kesepian oleh temannya.

Pada suatu hari dia ketemu dengan teman lamanya bernama Nick yang mempunyai pengaruh untuk mengajaknya berubah. Dia mengajak ke suatu seminar yang bernama “YES”. Awal mulanya dia ragu untuk mengikutinya, tapi dia bermimpi dalam tidurnya : seolah dia sudah mati dan temannya berkata -dia tidak pernah lakukan banyak hal- bukan teman yang baik.

Akhirnya timbul rasa ingin tahu untuk menghadiri seminar “YES”, dalam seminar tersebut di jelaskan ; Kehidupan, kita semua meninggalinya atau bukan? Perubahan berasal dari kesadaran, tapi darimana kesadaran itu berasal?, dari luar, dan bagaimana kita mengendalikan itu? Dengan satu kata. Dan kau tahu apa kata itu? Dan semua hadirin menjawab”YES (Ya)”. Dan keluarlah seorang motivator bernama Terrence. Intinya Terrence  “ingin para hadirin mengundang kata YA pada kehidupan kalian, saat kau mengatakan Ya pada suatu hal, kau menerima kemungkinan. Kau merengkuh semua energy kehidupan, dan membuang yang tak berguna.

Sang motivator ingin menyambut anggota baru dalam seminar ini, tiba-tiba Nick teman Carl menunjuk dirinya bahwa dia anggota baru. Sang motivator ingin dia maju ke atas pentas tapi Carl menolaknya sehingga di tertawakan oleh para hadirin. Setelah penolakan beberapa kali oleh Carl akhirnya sang motivatorlah  yang menyampirinya. Terjadiah tanya jawab kecil asal si Carl menjawab kata “NO (tidak)” hadirin teriak “NO MAN”, kemudian sang motivator berkata : “Kau katakan “Tidak” pada kehidupan, seperti kau tidak pernah hidup. Kau buat alasan untuk orang-orang yang ada disekitarmu dan pada dirimu sendiri. Kau terjebak dalam pekerjaan hal yang sama selama bertahun2. Kau tidak punya pacar, kau tidak punya apapun yang dekat dengan pacar dank au kehilangan cinta dalam hidupmu karena kau takut hidup dengan seseorang yang ada.” Dan sang motivator ingin dia membuat perjanjian “saat meninggalkan gedung seminar ini, saat ada kesempatan yang datang  tidak peduli apapun itu Kau Katakan “YES (Ya)”. Dan Carl mengikuti apa yang disarankan.

Setelah selesai acara seminar “YES” Carl menuju mobil, tiba-tiba datang seorang gelandangan yang minta diantar ke tempat tinggalnya di Elyson Park kira-kira tempat itu jauh dan ada di bukit.  Awalnya Carl ragu tapi Nick temannya mendatanginya dan bilang “YES” akhirnya Carl bilang “YES” dan menyanggupinya. Gelandangan itu bahkan meminjam handphone Carl, setelah sampai di tujuan gelandangan itu bahkan meminta uang kepada Carl dan dia memberinya. Akan tetapi ketika dia ingin pulang tiba-tiba mobilnya mogok kehabisan bensin sehingga dia berjalan kaki untuk membeli di tempat pengisian.

Awal mulanya di sini ketika dia mengisi bensin di tempat pengisian dia berjumpa dengan seorang gadis bernama  Allison yang mengendarai sepeda motor,  terjadilah perkenalan dan dia menawarkan untuk mengantarkan nya kembali ke mobil dia waktu meninggalkannya.

Akhirnya hidup Carl berubah tak seperti biasanya dia akan mengatakan “YES” setiap kali dia di minta pertolngan dan bantuan. Sehingga timbul motivasi dan semangat untuk menjadi lebih baik dan berguna bagi orang lain. Dia akan berusaha dan menyanggupi walaupun pada kenyataannya dia belum pernah menghadapi permasalahan itu sehingga dia berusaha mencari jalan keluar. Dia melakukan apa yang dia belum pernah kerjakan mulai dari : Belajar gitar, kursus bahasa korea, kursus penerbang pesawat ringan, membantu orang lain dll.

Carl dan Allison bertemu kembali di suatu kafe yang dia tidak sangka dari tawaran brosur yang sering dia tolak, Allison seorang penyanyi di kafe itu. Hubungan pun berlanjut bahkan si Carl hidupnya bertambah gairah kembali ketika di tempat kerjanya dia menyetujui setiap nasabah yang ingin pinjam dana untuk buka usaha dan lain sebagainya sehingga Bank tersebut mengalami peningkatan dan Direkturnya mengangkat dia menjadi seorang manajer.

Setelah berjalannya waktu bersama dengan Allison bahkan sempat  jalan-jalan keliling dunia  dengan spontan tanpa di rencanakan, suatu ketika di Airport tempat pembelian tiket  pesawat dia di curigai oleh polisi bandara. Dia di curigai sebagai teroris karena pernah ikut suatu member “Persianwifefinder.com dan di curigai mata-mata korea utara karena kursus bahasa korea. Disinilah terungkap dan dia mengatakan kepada Allison bahwa dia ikut seminar “YES (ya)”. Allison curiga dan marah karena dia mengatakan “Ya” untuk apapun, dan menyangka dia becanda bahwa menjalin hubungan dengannya adalah karena terpaksa, bahkan jika kamu tidak suka akan hal ini. Akhirnya si Allison benar-benar marah karena merasa tertipu, karena dia ikut program “YES”.

Akhirnya si Carl merasa bersalah karena dia mengatakan ya sebelum memikirkannya terlebih dahulu. Dan dia merasa seperti dirinya yang dulu… akan tetapi dia tidak putus asa dan ingin bertanya langsung dengan  Terrence sang motivator. Dia akhirnya bertemu dgn sang motivator dan Terrence: berkata ini semua omong kosong, tak ada perjanjian, bahwa disana aku akan melakukannya (Riffing). Kamu sedang mempermalukan aku di depan kerumunan banyak orang (seminar). Lalu Carl menjawab “jadi ini semua omong kosong”. Terrence menjawab “Tidak, kamu tidak tahu bagaimana menggunakan semuanya itu ( kata “YES”)”. Lalu Carl bilang “yeah aku akan melakukannya, katakan ya untuk apapun dengan tabah”.

Terrence menjawab “tidak, bukan itu poinnya. Mungkin ini adalah pertama tapi kamu mau membukanya kamu dapat memulainya, bahkan katakan ya apapun, sebab kamu tidak mendapatkannya tidak karena perjanjian yang kamu katakan juga, tapi karena kamu tahu suara hati kamu apa yang kamu inginkan (ikuti kata hati). Akhirnya Carl sadar dan dia mengikuti kata hatinya dia ingin bersama selamanya dengan Allison dan dia mendatanginya dan meminta maaf bahwa yang dia lakukan selama ini adalah sungguh-sungguh dan dia ingin menikah dengannya. Allison memaafkannya dan hubungan mereka berlanjut sampai pernikahan.

Jadi intinya ikuti kata hati apa yang hati inginkan dan percaya diri bahwa diri kita sebenarnya mampu mengatasi dan menyelesaikan suatu masalah dan punya potensi diri atau kelebihan untuk menguasai suatu kehebatan yang orang lain mungkin tidak bisa.

Juli 25, 2009

Hello world!

Filed under: Uncategorized — nizarhakim @ 3:40 pm

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tema: Shocking Blue Green. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.