Seorang laki-laki bernama Carl Allen yang bekerja di Bank Brea Federal savings and loans, dia bekerja pada divisi peminjaman. Carl pernah menikah tapi akhirnya bercerai dengan istrinya Stephanie. Suatu saat ketika dia bersama teman-temannya sedang asyik mengobrol di kafe, dia melihat mantan istrinya sedang bermesraan dengan pacar barunya, tetapi Carl sampai saat ini belum mendapat pengganti dari Stephanie. Sejak itu dia merasa dirinya hampa dan merasa kesepian sehingga dia merasa hidupnya tidak berguna bagi orang lain. Jadi apa yang orang lain butuh pertolongan dan ajakan untuk membuatnya gembira dia selalu menolaknya dengan kata “tidak”. Sehingga dia di juluki Pria Kesepian oleh temannya.
Pada suatu hari dia ketemu dengan teman lamanya bernama Nick yang mempunyai pengaruh untuk mengajaknya berubah. Dia mengajak ke suatu seminar yang bernama “YES”. Awal mulanya dia ragu untuk mengikutinya, tapi dia bermimpi dalam tidurnya : seolah dia sudah mati dan temannya berkata -dia tidak pernah lakukan banyak hal- bukan teman yang baik.
Akhirnya timbul rasa ingin tahu untuk menghadiri seminar “YES”, dalam seminar tersebut di jelaskan ; Kehidupan, kita semua meninggalinya atau bukan? Perubahan berasal dari kesadaran, tapi darimana kesadaran itu berasal?, dari luar, dan bagaimana kita mengendalikan itu? Dengan satu kata. Dan kau tahu apa kata itu? Dan semua hadirin menjawab”YES (Ya)”. Dan keluarlah seorang motivator bernama Terrence. Intinya Terrence “ingin para hadirin mengundang kata YA pada kehidupan kalian, saat kau mengatakan Ya pada suatu hal, kau menerima kemungkinan. Kau merengkuh semua energy kehidupan, dan membuang yang tak berguna.
Sang motivator ingin menyambut anggota baru dalam seminar ini, tiba-tiba Nick teman Carl menunjuk dirinya bahwa dia anggota baru. Sang motivator ingin dia maju ke atas pentas tapi Carl menolaknya sehingga di tertawakan oleh para hadirin. Setelah penolakan beberapa kali oleh Carl akhirnya sang motivatorlah yang menyampirinya. Terjadiah tanya jawab kecil asal si Carl menjawab kata “NO (tidak)” hadirin teriak “NO MAN”, kemudian sang motivator berkata : “Kau katakan “Tidak” pada kehidupan, seperti kau tidak pernah hidup. Kau buat alasan untuk orang-orang yang ada disekitarmu dan pada dirimu sendiri. Kau terjebak dalam pekerjaan hal yang sama selama bertahun2. Kau tidak punya pacar, kau tidak punya apapun yang dekat dengan pacar dank au kehilangan cinta dalam hidupmu karena kau takut hidup dengan seseorang yang ada.” Dan sang motivator ingin dia membuat perjanjian “saat meninggalkan gedung seminar ini, saat ada kesempatan yang datang tidak peduli apapun itu Kau Katakan “YES (Ya)”. Dan Carl mengikuti apa yang disarankan.
Setelah selesai acara seminar “YES” Carl menuju mobil, tiba-tiba datang seorang gelandangan yang minta diantar ke tempat tinggalnya di Elyson Park kira-kira tempat itu jauh dan ada di bukit. Awalnya Carl ragu tapi Nick temannya mendatanginya dan bilang “YES” akhirnya Carl bilang “YES” dan menyanggupinya. Gelandangan itu bahkan meminjam handphone Carl, setelah sampai di tujuan gelandangan itu bahkan meminta uang kepada Carl dan dia memberinya. Akan tetapi ketika dia ingin pulang tiba-tiba mobilnya mogok kehabisan bensin sehingga dia berjalan kaki untuk membeli di tempat pengisian.
Awal mulanya di sini ketika dia mengisi bensin di tempat pengisian dia berjumpa dengan seorang gadis bernama Allison yang mengendarai sepeda motor, terjadilah perkenalan dan dia menawarkan untuk mengantarkan nya kembali ke mobil dia waktu meninggalkannya.
Akhirnya hidup Carl berubah tak seperti biasanya dia akan mengatakan “YES” setiap kali dia di minta pertolngan dan bantuan. Sehingga timbul motivasi dan semangat untuk menjadi lebih baik dan berguna bagi orang lain. Dia akan berusaha dan menyanggupi walaupun pada kenyataannya dia belum pernah menghadapi permasalahan itu sehingga dia berusaha mencari jalan keluar. Dia melakukan apa yang dia belum pernah kerjakan mulai dari : Belajar gitar, kursus bahasa korea, kursus penerbang pesawat ringan, membantu orang lain dll.
Carl dan Allison bertemu kembali di suatu kafe yang dia tidak sangka dari tawaran brosur yang sering dia tolak, Allison seorang penyanyi di kafe itu. Hubungan pun berlanjut bahkan si Carl hidupnya bertambah gairah kembali ketika di tempat kerjanya dia menyetujui setiap nasabah yang ingin pinjam dana untuk buka usaha dan lain sebagainya sehingga Bank tersebut mengalami peningkatan dan Direkturnya mengangkat dia menjadi seorang manajer.
Setelah berjalannya waktu bersama dengan Allison bahkan sempat jalan-jalan keliling dunia dengan spontan tanpa di rencanakan, suatu ketika di Airport tempat pembelian tiket pesawat dia di curigai oleh polisi bandara. Dia di curigai sebagai teroris karena pernah ikut suatu member “Persianwifefinder.com dan di curigai mata-mata korea utara karena kursus bahasa korea. Disinilah terungkap dan dia mengatakan kepada Allison bahwa dia ikut seminar “YES (ya)”. Allison curiga dan marah karena dia mengatakan “Ya” untuk apapun, dan menyangka dia becanda bahwa menjalin hubungan dengannya adalah karena terpaksa, bahkan jika kamu tidak suka akan hal ini. Akhirnya si Allison benar-benar marah karena merasa tertipu, karena dia ikut program “YES”.
Akhirnya si Carl merasa bersalah karena dia mengatakan ya sebelum memikirkannya terlebih dahulu. Dan dia merasa seperti dirinya yang dulu… akan tetapi dia tidak putus asa dan ingin bertanya langsung dengan Terrence sang motivator. Dia akhirnya bertemu dgn sang motivator dan Terrence: berkata ini semua omong kosong, tak ada perjanjian, bahwa disana aku akan melakukannya (Riffing). Kamu sedang mempermalukan aku di depan kerumunan banyak orang (seminar). Lalu Carl menjawab “jadi ini semua omong kosong”. Terrence menjawab “Tidak, kamu tidak tahu bagaimana menggunakan semuanya itu ( kata “YES”)”. Lalu Carl bilang “yeah aku akan melakukannya, katakan ya untuk apapun dengan tabah”.
Terrence menjawab “tidak, bukan itu poinnya. Mungkin ini adalah pertama tapi kamu mau membukanya kamu dapat memulainya, bahkan katakan ya apapun, sebab kamu tidak mendapatkannya tidak karena perjanjian yang kamu katakan juga, tapi karena kamu tahu suara hati kamu apa yang kamu inginkan (ikuti kata hati). Akhirnya Carl sadar dan dia mengikuti kata hatinya dia ingin bersama selamanya dengan Allison dan dia mendatanginya dan meminta maaf bahwa yang dia lakukan selama ini adalah sungguh-sungguh dan dia ingin menikah dengannya. Allison memaafkannya dan hubungan mereka berlanjut sampai pernikahan.
Jadi intinya ikuti kata hati apa yang hati inginkan dan percaya diri bahwa diri kita sebenarnya mampu mengatasi dan menyelesaikan suatu masalah dan punya potensi diri atau kelebihan untuk menguasai suatu kehebatan yang orang lain mungkin tidak bisa.